Jumat, 29 Januari 2010

Titik Hujan

Hujan telah turun sejak mata belum terbuka, lebatnya hujan membuat suara gaduh diluar jendela. Dingin pagi menusuk tulang, mata masih enggan terbuka dan tubuh ini masih menikmati hangatnya selimuti dan guling.

Ah….hujan ini akan sedikit menghambat aktifitas di hari ini.

Tak terdengar suara mesin cuci yang biasa setiap pagi bergetar.
“Tak ada tempat jemuran lagi, apalagi yang kemarin belum kering”, kata ibu – ibu.

Tukang sayur berteduh, tapi ada juga yang nekat menerjang badai dengan pakaian yang sedikit aneh. Kasihan sayur – sayurnya pada rusak.

Hujan membuat jalan pasar itu becek, membuat orang malas kepasar, kecuali para pedagang dan kuli panggul yang selalu berharap hujan tak lama – lama dan bisa cepat berhenti.

Hujan membuat jalan di seberang kantor tergenang. Bapak – bapak dan Ibu – ibu pada telat semua kekantor. Mungkin masih asik dengan mimpi masing – masing.

Ah.....hujan membuat anak – anak telat ke sekolah. Hujan membuat mereka harus memakai mantel dan membawa payung, tapi sayang baju mereka tetap basah. Hujan menghambat mereka untuk bermain di lapangan, karena dari rumah ibu mereka sudah berpesan “jangan main – main hujan ya.....nanti sakit”, padahal batin mereka ingin berlari di tengah hujan lebat, kalau pun nekat guru mereka pasti akan berteriak juga, ”jangan main – main hujan, bikin becek….!!!”.

Tapi hujan……
Dapat menumbuhkan satu biji kecil menjadi pohon yang besar dan rindang.
Hujan dapat menghijaukan hamparan sawah yang irigasinya kering. Hujan bisa membuat ilalang tumbuh lagi dengan subur dan berbunga putih bagaikan salju.
Tapi hujan dapat mengairkan sungai kecil di belakang rumah yang sudah lama kering, tempat dimana aku kecil suka bermain.

Tapi hujan......belum mau berhenti dan membawa ku dalam mimpi dan kenangan.

Palangka, 27 Januari 2010.

Tidak ada komentar: