
Panas udara membuat baju ini basah. Ku langkahkan kaki diatas trotoar yang panas, diantara lalu lalang kendaraan bermotor. Tak tahu sudah bentuk muka ini. Aku baru merasakan menjadi seorang musafir yang tanpa arah, tak ada tempat berlindung yang aman dan nyaman untuk berlindung dari sengatan panas matahari sekalipun.
Tujuanku cuma satu, "Rumah Allah" di ujung jalan. Tempat yang selalu tersedia dan bebas untuk siapa saja, terutama untuk para musafir sepertiku, tanpa diminta pungutan untuk singgah disana.
Lantai teras kecoklatan, ku rasakan dingin diujung-ujung kaki. Ku bersandar pada tembok diujung teras. Tak ada satu pun orang yang peduli, hanya sesekali ada orang yang melihat penuh tanya.
Diujung teras ini kurasakan semilir angin, mengusir lelah seharian ini.
Hari ini ku temui 2 orang, satu menatap penuh curiga dan tak ramah sama sekali (mungkin bagian dari trik dan intrik) membuat aku tanya nyaman). Seorang lagi penuh semangat dan kemudian kecewa.
Bagiku apa yang telah terjadi, bagian dari perjalanan hidup yang perlu dimaknai dan tak perlu disesali, bila itu hal yang positif. Biarpun itu akan berbuah kegagalan.
Sayup-sayup puji-pujian mulai ku dengar dan harus ku habiskan waktuku beberapa jam lagi disini, sebelum kulangkahkan kai untuk pergi dan entah kapan bisa kembali lagi kesini.
Masjid AL-FALAH Sampit, 19 Desember 2009
2 komentar:
tetap semangat dan sukses selalu ...
Terimakasih atas dukungan semangatnya, salam kenal......
Posting Komentar