Kamis, 12 Agustus 2010

RAINBOW

Sebenarnya aku bingungi mau kasih judul apa untuk tulisanku ini dan tidak tau juga kenapa muncul dipikiranku kata "RAINBOW" ..... Pelangi. Yah.....ini mungkin warna - warni kehidupanku seperti warna pelangi yang indah.
******

Kumulai tulisanku dengan suatu cerita, dimana rasa benci bercampur rasa cinta, sehingga tak tahu mana yang lebih dominan. Kadang cinta itu muncul saat kita mengingat suatu perjalanan indah yang sudah lampau, tetapi rasa benci menghapus, saat kita teringat akan penghianatan, itu menyakitkan.
Mungkin mulut ini bisa bohong, saat banyak orang menanyakan hanya kata "Tidak" yang muncul padahal relung hati yang dalam tak terima itu. Rasa kangen masih menghatui, biarpun berusaha untuk melupakan, toh.... hati selalu ingin tahu tentang dia dan tangan tak mau berhenti mencari. Yah.....semua karena cinta yang bisa mengorbankan orang lain. Egoiskah?? Entahlah, sikap dan kesiapan orang berbeda dalam menyikapi masalah, aku tak bisa menghakimi.
******

Dulu aku tak rela kalau dia bersama, bukan karena apa, lebih karena aku sendiri tak yakin dia baik. Tapi setelah kejadian itu aku ingin dia bahagia.
Tuhan.....
Aku tak peduli apa persepsi dia tentang diriku, seburuk apapun akan ku terima. Tapi aku mohon kepada Mu persatukan dan bahagiakan mereka, biarlah aku menjadi bagian yang terbuang dari kisah mereka. Aku tahu Engkau punya jalan lain biarpun semua orang bilang tak mungkin.
Jikalau Kau masih kasih aku waktu bertemu dengan dia, aku hanya berharap dia masih mau menyapaku dan mengingat namaku. Aku tak berharap banyak semua bisa seperti dulu.
Aku akan memendam semuanya dalam hati, mungkin aku bisa membukanya kembali suatu saat untuk ku jadikan pelajaran yang sangat berharga.

Mungkin aku tak bisa mencintai seperti dia bisa mencintai setulus hati, aku hanya percaya pada Mu, Ya Allah.

Rasa hati ingin menghubungi dia biarpun sekedar tanya kabar, tapi aku takut sakit hati jika tanggapan dia tidak baik.

Tuhan.....
Hanya Kau yang tahu isi hatiku, tak ada rasa apa - apa dari semua itu, pamrih pun tidak. Sampai sekarang aku berusaha untuk memahami dia, biarpun aku tak tahu dia seperti itu apa tidak. Aku hanya manusia biasa yang tak bisa memahami isi hatinya. Mungkin semua terlalu menyakitkan dan begitu fatal, aku sendiri tak bisa mengukurnya.
Sebegitu besarkah kesalahanku, sehingga sulit dimaafkan???
Aku sudah berusaha, Engkau tahu itu. Aku tak bisa memaksa dia, seperti kata temenku, aku tak bisa memaksa orang lain mengikuti mauku.

Mungkin semua yang indah dulu tinggal menjadi cerita biarpun aku tak pernah mengharapkan, karena bagiku semua menyedihkan tapi aku hanya berusaha jujur dan berdamai pada diri sendiri.

Harapan terakhirku...... Mungkin aku tak lagi berarti, tapi saat ada orang yang menyebut namaku, dia masih mau bilang "Aku pernah kenal dia......."
Semoga dia baik - baik saja.......

Tidak ada komentar: