Sabtu, 13 Desember 2008

..........

Sedikit waktu yang kau miliki
Luangkanlah untukku
Harap secepatnya datangi aku
S’kali ini ku mohon padamu
Ada yang ingin ku sampaikan
Sempatkanlah…
Hampa kesal dan amarah
S’luruhnya ada dibenakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu…
Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa…
Sedetik menunggumu disini, s’perti seharian
Berkali kulihat jam ditangan
Demi membunuh waktu
Tak kulihat tanda kehadiranmu
Yang semakin meyakiniku
Kau tak datang
Lagu "KECEWA" BCL ini yang sering kuputar berulang-ulang selama beberapa hari ini. ya memang ini aku pikir untuk mewakili perasaanku saat ini.
Jum`at, 12 Desember 2008, seperti biasa aku buka kantor tepat jam 08.00 pagi. Terdiam sejenak melihat meja rapat yang berjajar puluhan teh kotak, dengan kursi yang berantakan. Aku tahu tadi malam si "Kepala Kontor" pasti kesini. dalam hatiku aku cuma bisa bergumam "apa sih maunya???". Aku memang tak menyukai pribadinya. Aku tak meragukan pandangannya yang luas dengan gaya bahasanya yang pintar, dan latar belakangnya yang selalu dia sebut sebagai aktifis lingkungan hidup, memiliki banyak jaringan teman secara nasional, tak salah kalau ketua kami menginginkanya dapat bekerja disini, tapi pikirannya yang sok jenius tak sejalan dengan hasil konkritnya, bahkan perlu dipertanyakan lagi dedikasinya disini??? bisa dibilang tongkosong nyaring bunyinya (bukan berarti semua aktifis seperti dia).

Beberapa hari ini aku sangat sibuk, menyiapkan acara kantor. Setumpuk pekerjaan sudah mengantri, dan berjajar diagendaku. Semua itu harus aku kerjakan sendiri, buat surat-surat, hubungin ini itu sampai tukang sapu harus aku sendiri. Ya.....itu semua harus selesai secepatnya......Ku lihat disekelilingku hanya sunyi dan sepi, karena aku hanya sendiri seharian ini. Rasanya aku mau marah, tapi pada siapa??? kursi, meja, buku, atau kertas-kertas yang berserakan. tak mungkinkan??? semuanya hanya benda mati.

Sebelum aku memutuskan untuk kerja disini, aku bertanya pada diriku sendiri, " apakah aku cocok menjadi pekerja kantoran, yang setiap pagi pergi kekantor dengan sepatu hak tinggi pakai rok atau celana kain seperti pada umumnya??? pada saat itu aku berpikir apa salahnya mencoba hal baru yang memungkinkanku untuk belajar.

Tapi sekarang, setelah aku jalan ini selama satu tahun, semua itu bukan aku. Aku tetap seperti yang dulu, tak suka ribet, pake rok, make up dan sebagainya, suka bersandal jepit, pake jins, hanya tak pake kaos saja kekantor he.......orang kantor juga tidak mengekangku ini itu, itu yang aku syukuri saat ini.

Kerja disini aku temui hal yang baru, belajar banyak hal, lebih banyak mengenal banyak orang dengan segudang pengalaman hidup masing-masing, tapi rasanya aku tak puas. Mungkin aku diciptakan Tuhan beda dengan wanita pada umumnya. Aku berkeinginan suatu hari nanti, bisa bekerja di tempat dimana aku bisa bergelut dengan debu, merasakan segarnya angin, panasnya terik matahari , hijaunya dedaunan dan merdunya suara burung, ah........aku jadi ingat pertemuanku dengan mantan mahasiswa Omku beberapa hari yang lalu, Mba Mimi namanya orangnya kecil, tapi aku rasa dia memiliki cara sendiri untuk menikmati hidup, pengalamannya banyak, pernah kerja disuatu HPH, dia memiliki prinsip-prinsip dalam hidupnya, tanpa mengurangi kwalitas hidupnya. Tapi aku yakin tak banyak orang seperti dia, entah mengapa, apa karena orang menilai kepuasaan kerja diukur dari uang???
Kalau aku jelas dua-duanya, aku rasa tak munafik itu, karena kita kerja untuk itu.

Tidak ada komentar: