Selasa, 25 November 2008

Catatanku Hari ini

Kemarin dengan tidak sengaja,aku membaca artikel teman lama ku di SMP dan SMA. Sekarang dia menjadi seorang jurnalis di sebuah koran nasional. Aku jadi berpikir, saat ini aku masih merasa masih belajar, padahal sudah satu tahun lebih aku lulus kuliah. Sungguh jauh dan ironi dengan apa yang telah dialami temenku. Dia sudah banyak pengalaman, matang dalam pekerjaan dan sekarang sudah mau menikah. Kalau aku tilik balik, temanku itu memang pintar dan aktif di sekolah waktu SMP dan SMA dulu. Satu hal yang paling aku ingat, dia dulu yang mengordinir teman-teman buat mading sekolah.

Dalam kepalaku penuh dengan tanda tanya yang membuat berat rasa kepala. Kadang aku berpikir apa yang aku alami lebih beruntung dari orang lain bahkan temanku sendiri. Aku berpikir apa aku salah langkah?ada sebuah penyesalan dengan apa yang telah aku putuskan. Keputusasan yang membuat kadang aku telah menyalahkan Tuhan, itu memang sangat keterlaluan. Sebenarnya aku hanya ingin lebih baik dari saat ini, ada perang batin dalam diriku, yang sulit aku ungkapkan.Apa salah kalau suatu hari nanti aku punya dan bisa seperti mereka, tentu hal itu wajar!!

Mungkin hari-hariku disini karena aku selalu sendiri. Aku merasa sedih saat ditengah gelak tawa keluargaku sendiri. Satu yang selalu aku syukuri, setiap pagi ada yang selalu bilang selamat pagi untukku...ya...sahabat-sahabatku yang baik. Mereka yang selalu menemani aku saat suka maupun duka, walaupun sekarang aku jauh. Sebagian dari hidupku bersama mereka.

Aku selama ini belajar untuk menerima apa yang terjadi sekarang, toh dulu aku pernah mengalami semua yang lebih dari aku alami sekarang dan aku tahu Allah selalu ada bersamaku.

Semua hidup perlu proses, ya....proses pematangan diri yang lebih baik menuju kedewasaan dalam hidup. Setelah aku tulis ini aku jadi sadar semua orang ditakdirkan berbeda, dan takdir ada ditangan kita. Karena apa yang kita alami sekarang tidak semata-mata hanya takdir yang menentukan, keputusan kita juga menentukan. Aku lupa, hidup didunia tak lama, dan tak tahu berapa lama. Kematian bisa saja sewaktu-waktu menjemput.

Ya......dua bulan lalu kematihan telah menjemput Embahku, tak kami sangka memang, kematian begite cepat dan menakutkan. Tapi sapa yang bisa menolak takdir itu. Kita hanya pelakunya dan penulis skenarionya adalah Allah SWT.

Hari ini aku mencoba cari lowongan yang lain, aku harap ini yang terbaik untuk sekarang, tapi ternyata tidak. Tapi aku tidak kecewa dengan kegagalanku hari ini. Waktu aku akan pergi dalam hatiku aku sudah berdoa, semoga ini menjadi yang terbaik untuk, tapi jika ini gagal, aku yakin Allah punya rencana tersendiri untukku. Dalam pidatonya Obama bilang "Tidak ada yang tak mungkin". Dan hidup bagai roda berputar, perlu kaki yang kuat untuk mengayuhnya, agar hidup tetap bisa berjalan.
Ya Allah Jagalah aku........Amin.

Tidak ada komentar: