Tinggal di Samarinda selama 5 tahun, banyak hal yang masih aku ingat. Salah satunya banjir yang selalu terjadi di Samarinda. Sebagai daerah yang terletak di equator, dimana hujan selalu turun sepanjang tahun membuat banjir sering terjadi. Untuk masyarakat Samarinda sendiri hal ini bukan hal yang terlalu mengagetkan, karena sudah biasa terjadi.Kenapa seh banjir selalu terjadi???
Faktor kesadaran masyarakat kota untuk tidak membuang sampah sembarangan saat penting. Tapi kesadaran itu yang perlu dibangun, karena saat ini bisa dibilang Samarinda kota paling "Jorok" jauh dari kata bersih dibandingkan Balikpapan dan Bontang. Lihat saja daerah sepanjang sungai Karangmumus, daerah sekitar pasar merdeka, pasar pagi. Jangan harap lewat situ bisa menghirup udara bersih.....bau busuk selalu menyeruak pasti tutup hidung deh lo lewat situ, termasuk Gunung Sampah (dekat rumah ku ne........)
Pembangunan kota yang tak terencana dengan baik, yang bikin tambah parah.......Ga tau tu para pejabatnya gimana nyusun RTWPnya, ga pake analisis dampak lingkungan. Asal ada duitnya Oke aja.
Apa ne usaha yang dilakukan pemerintah kota Samarinda untuk mencegah banjir? selama ini hanya melakukan pengerukan parit aja tiap hari, tapi gedung baru ban
yak diijinkan untuk didirikan didaerah yang harusnya buat serapan air. Gunung - gunung dikeruk hanya untuk buat perumahan elite, sedangkan rusun yang untuk masyarakat kecil (itu yang nyewa tetap oang berduit) dibangunnya diluar kota yang jauh dari fasilitas umum. Weh..............Gimana ne?Harus pemerintah sudah siap mengantisipasi banjir, karena di Samarinda kan udah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi ya masih aja terus terjadi sampai sekarang.
Lihat ne foto - foto banjir di depan rumah temenku beberapa tahun yang lalu daerah JL. Pemuda yang selama ini dikenal sebagai kawasan "langganan" banjir.
Ini daerah-daerah yang selama ini dikenal sebagai kawasan "langganan" musibah tersebut, antara lain Jl. Dr. Soetomo, Jl. Pemuda I, Jl. Pemuda II, Jl. Pemuda III dan Jl. Pemuda IV, Jl. Remaja, Jl. A. Yani, Jl Belibis, Jl. Tengkukur, Jl Danau Toba, Jl Danau Poso, serta salah satu kawasan paling padat penduduknya di Samarinda, yakni Sungai Pinang.
Termasuk Kawasan Universitas Mulawarman juga sebagai daerah langganan banjir, sebagai satu - satunya Universitas terbesar di Kalimantan Timur Unmul juga berperan dalam memperparah banjir di Samarinda. Mengapa? selama 5 tahun aku sekolah disana, sudah ada beberapa gedung baru yang didirikan terutama lahan rawa. Jadi ga heran lo sekarang Unmul juga ikut kebanjiran. Yang pasti kalo kebanjiran aktifitas mengajar pasti tergangu termasuk transaksi di bank yang ada di kawasan Unmul.
*) So untuk semua temen - temenku yang ada disana ga ikut kebanjirankn, sukses aja semua ya.......


